Jejak.co – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mulai mengkaji potensi sejumlah sektor ekonomi baru yang dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kajian tersebut dilakukan sebagai upaya mencari sumber pertumbuhan ekonomi alternatif di luar sektor pertanian dan perikanan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan pihaknya tengah memetakan berbagai potensi ekonomi yang bisa dikembangkan. Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain ekonomi kreatif, digitalisasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta pengembangan destinasi wisata yang belum tergarap secara optimal.
Menurut Arif, diversifikasi sektor ekonomi diperlukan agar struktur ekonomi daerah lebih kuat dan tidak bergantung pada satu sektor tertentu.
“Kami terus mengkaji peluang sektor ekonomi baru yang berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Sumenep ke depan,” ujar Arif Firmanto, Senin (5/1/2026).
Ia menilai Kabupaten Sumenep memiliki berbagai potensi yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Jika dikelola dengan pendekatan riset dan perencanaan yang matang, potensi tersebut dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Dalam proses kajian tersebut, Bappeda juga akan melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi dan pemangku kepentingan lainnya, untuk memastikan sektor yang dikembangkan memiliki dampak ekonomi yang nyata, terutama dalam menciptakan lapangan kerja.
Selain itu, pengembangan sektor ekonomi baru juga diharapkan tetap memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Madura sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Harapannya, pengembangan sektor baru ini tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga mampu memperbaiki kesejahteraan masyarakat,” kata Arif.(har/*)











