Selamatkan Pendidikan Sumenep – Jejak

logo

Selamatkan Pendidikan Sumenep

Kamis, 20 Januari 2022 - 15:15 WIB

2 tahun yang lalu

Ratusan kader PMII Komisariat PMII STKIP PGRI Sumenep demo ke kantor Dinas Pendidikan dan Bupati Sumenep (Foto/Jejak.co)

JEJAK.CO, Sumenep – Kantor Dinas Pendidikan dan Bupati Sumenep kembali didemo ratusan mahasiswa, Kamis (20/1/2022). Aksi kali ini merupakan lanjutan dari demonstrasi yang dilakukan pada 11 Januari 2021.

Mahasiswa menilai, pengangkatan Agus Dwi Saputra tidak tepat karena tidak memiliki pengalaman mengurus pendidikan. Sehingga dikhawatirkan akan memperburuk kualitas pendidikan di Kota Keris ini.

Dengan membawa spanduk dan poster, massa aksi mengawali orasinya di depan kantor Dinas Pendidikan. Karena tak kunjung ditemui kemudian bergeser ke depan kantor Bupati Sumenep.

“Selamatkan Pendidikan Sumenep” tulisnya dalam spanduk.

Dalam orasinya, Nur Hayat menyatakan bahwa aksi yang dilakukan bersama ratusan kader PMII sebagai wujud kepedulian terhadap pendidikan Sumenep. Berdasarkan hasil kajian, Agus Dwi Saputra yang baru dilantik 31 Desember 2021 tidak layak pimpin Dinas Pendidikan Sumenep.

Kata Hayat, pada saat demo pertama yang digelar 11 Januari 2022, Agus tidak bisa menjawab secara terang tentang persoalan dan arah pendidikan Sumenep ke depan.

Bahkan hal yang paling sederhana, yakni jumlah SD di Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra tidak bisa menjawab.

Massa yang mengatasnamakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STKIP PGRI Sumenep ini juga menyoal rekam jejak Agus Dwi Saputra yang tidak pernah berpengalaman mengurus pendidikan. Sebelumnya, Agus Dwi Saputra menjabat sebagai Kepala Dinas Industri dan Perdagangan.

Sehingga pengangkatan Agus Dwi Saputra sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sumenep dinilai kurang tepat.

Atas dasar itulah massa aksi menuntut agar pengangkatan Kepala Dinas Pendidikan Sumenep dievaluasi. Selain itu,
Sekretaris, Kepala Bidang PAUD, Kepala Bidang SD dan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Sumenep juga harus dievaluasi.

Mereka juga meminta Bupati Sumenep untuk copot Agus Dwi Saputra sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sumenep. “Dan mendesak Bupati Sumenep segera turun tangan agar marwah pendidikan terselamatkan,” kata Hayat.

Setelah lama berorasi, mahasiswa juga tak ditemui oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi. Akhirnya massa aksi memanas dan merusak kawat besi. Setelah berhasil, mahasiswa kemudian mencoba untuk masuk ke halaman kantor Bupati Sumenep dengan berusaha merobohkan pagar, namun upaya tersebut langsung dihadang oleh pihak kepolisian yang sedari awal mengawal jalannya aksi.

Kendati demikian, massa tetap tidak membubarkan diri dan terus berorasi hingga akhirnya membaca surah Yasin. Setelah itu massa membubarkan diri.

Penulis : Ahmad Ainol Horri


Baca Lainnya