Pembangunan Tambak Mengancam Kampung Tapakerbau, Warga Menolak – Jejak

logo

Pembangunan Tambak Mengancam Kampung Tapakerbau, Warga Menolak

Rabu, 8 Februari 2023 - 22:16 WIB

3 tahun yang lalu

Warga kampung Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Sumenep, Jawa Timur menolak pembangunan tambak di pesisir pantai karena dinilai mengancam lingkungan sekitar

JEJAK.CO – Rencana pembangunan tambak di kawasan pesisir kampung Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Sumenep, Jawa Timur dinilai mengancam lingkungan sekitar. Warga setempat menolak rencana itu dengan menggelar aksi, Rabu sore (8/2/2023).

Dalam aksinya, warga penolakan rencana pembangunan tambak memancangkan kain panjang berisi pernyataan sikap di kawasan pesisir, tempat rencana pembangunan tambak tersebut. Selain itu, warga juga deklarasi bersama menyatakan sikap untuk bersama sama menolak pembangunan tambak.

”Tadi kami terdiri dari pemuda dan warga Kampung Tapakerbau aksi sekaligus sama sama berjanji untuk menolak keras pembangunan tambak. Karena akan berdampak buruk terhadap masyarakat khususnya kampung Tapakerbau,” ungkap perwakilan warga, Ahmad Siddik.

Siddik yang juga Ketua RT 01 RW 01 Kampung Tapakerbau mengungkapkan, rencana pembangunan tambak tersebut direncanakan oleh sejumlah pemilik modal yang menyatakan memiliki hak atas penguasaan lahan di kawasan pesisir pantai. Pengelolaannya dikabarkan akan dilakukan oleh pemerintah desa melalui lembaga usaha yang akan dibentuk.

”Warga resah dengan rencana tersebut. Karena sebelumnya sudah ada beberapa orang penting di desa mendatangi beberapa warga menyatakan untuk menggarapnya,” kata Siddik.

Rencana pembangunan tambak di kawasan pesisir pantainya sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan, namun gagal karena warga menolaknya. Saat ini kembali direncanakan kembali dengan memanfaatkan beberapa warga lokal yang memiliki peranan penting.

”Sekarang justru orang yang dulu juga menolak, malah menjadi bagian untuk melakukan penggarapan,” sesal Siddik.

Bagi warga Tapakerbau tidak ada ruang untuk bernegosiasi dalam rencana penggarapan lahan di pesisir pantai. Sebab kawasan tersebut merupakan tempat bagi nelayan lokal untuk mencari penghidupan dengan menangkap ikan.

”Disitu jantung kehidupan masyarakat nelayan. Tidak hanya warga Tapakerbau yang mencari ikan rajungan, udang dan sebaginya di sana, tapi dari desa-desa sekitar juga,” ujar Siddik.

Selain itu, pembangunan tambak tersebut akan berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar terutama kampung Tapakerbau. Pembangunan tambak sebelumnya juga sudah menjadi contoh nyata bahwa mencemari lingkungan kampung.

”Dan tidak hanya itu, dari hasil kajian kami air laut bisa naik ke daratan kampung karena pembuangan air sungai ketika hujan dari ujung dan ditambah air pasang semakin sempit pembuangannya,” katanya.

Warga Kampung Tapakerbau menyatakan akan terus melakukan berbagai upaya untuk menolak rencana pembangunan tambak tersebut. ”Kami juga cukup heran, kok bisa pantai itu dikuasai perorangan. Untuk itu, jalur-jalur hukum untuk menggugatnya akan kami lakukan,” tegasnya.

Kepala Desa Gersik Putih Mohab belum bisa diminta keterangan mengenai sikap warga hingga berita ini ditulis.


Baca Lainnya