Larang Les Privat dan Perpeloncoan dalam Pelaksanan MPLS – Jejak

logo

Larang Les Privat dan Perpeloncoan dalam Pelaksanan MPLS

Kamis, 11 Juli 2019 - 21:56 WIB

5 hari yang lalu

Drs. H. Sugiono Eksantoso, M.M., Kacabdin Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep

Jejak.co-Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur wilayah Sumenep, Sugiono Eksantoso melarang keras adanya les privat terkait materi yang telah diajarkan di sekolah. Himbauan ini disampaikan sebagai hasil evaluasi proses pembelajaran di SMA/SMK Negeri Sumenep pada tahun ajaran 2018-2019.

Sekolah yang ada di bawah naungannya, yakni SMA atau SMK akan berhadapan dengannya apabila tidak mempedulikan himbauan tersebut. Sugiono menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan untuk memanggil kepala sekolah dan guru jika memaksa melaksanakan les. 

“Apalagi, biasaya objeknya adalah beberapa anak orang kaya, menarik uang, sehingga pada gilirannya nanti akan terjadi dikotomi dalam hal penilaian hasil belajar siswa,” tuturnya. 

“Akan saya laporkan semua itu, baik kepala sekolah maupun guru terkait. Karena saya ingin pendidikan yang ada di Sumenep ini terlaksana dengan semurah-murahnya, tapi berkualitas,” imbuhnya dengan tegas.

Pihaknya berharap kepada masyarakat dan pers di Sumenep agar turut memantau tentang ini. “Jika ada anak-anak dari keluarga miskin atau kaum dhuafa, saya akan rekom mereka agar mendapatkan bantuan dari pemerintah. Akan saya gratiskan biaya pendidikannya,” ujarnya.

Selain itu, Sugiono juga melarang adanya perpeloncoan dalam masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) oleh siswa senior kepada juniornya. Pihaknya menginginkan seluruh proses pembelajaran, dari mulai mendaftar dan masuk sekolah pertama kali sampai kelulusan, pengelola sekolah mengutamakan pentingnya pendidikan moral dan pembentukan karakter anak sesuai dengan asas-asas psikologis serta sopan-santun dan budi pekerti luhur.

“Tolong bantu dipantau, sekolah-sekolah yang sedang melaksanakan MPLS, dilarang melakukan praktek perpeloncoan. Bahwa tindakan usil seperti menguncir rambut, memakaikan songkok yang terbuat dari plastik,  mengalungi siswa dengan barang-barang aneh, dimana hal tersebut menjadikan peserta didik baru tak ubahnya seperti orang gila. Hal-hal semacam itu tidak boleh ada lagi,” himbaunya.

Dalam waktu dekat ini, Sugiono mengaku akan melakukan pemantauan ke beberapa sekokah yang ada di wilayah kepulauan. “Mulai Senin mendatang ini, saya juga akan memantau yang di wilayah kepulauan,” pungkasnya. (don/yon)


Baca Lainnya