Kenalkan Sejarah Kota Tua Kalianget melalui Drama Prosesi Penobatan Arya Wiraraja – Jejak

logo

Kenalkan Sejarah Kota Tua Kalianget melalui Drama Prosesi Penobatan Arya Wiraraja

Sabtu, 28 Oktober 2023 - 20:53 WIB

7 bulan yang lalu

Drama kolosal dengan latar prosesi pelantikan Arya Wiraraja dalam rangka Hari Jadi ke-754 Kabupaten Sumenep digelar di Kota Tua Kalianget (Foto/istimewa)

JEJAK.CO – Drama kolosal dengan latar prosesi pelantikan Arya Wiraraja sebagai Adipati pertama Kabupaten Sumenep yang digelar di Kota Tua, Kecamatan Kalianget berlangsung meriah, Sabtu (28/10/2023).

Ribuan masyarakat Sumenep maupun luar daerah menyaksikan prosesi penobatan Arya Wiraraja yang diperankan oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Prosesi pelantikan Arya Wiraraja sebagai adipati pertama Kabupaten Sumenep, kata Bupati Fauzi, sebagai cerminan keagungan Kabupaten Sumenep. Disamping itu, drama kolosal Ini juga sebagai pengingat agar para pemimpin Sumenep sebagai penerus Arya Wiraraja, berkomitmen memajukan dan memakmurkan daerah.

Drama dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-754 Kabupaten Sumenep sengaja digelar di Kota Tua, Kecamatan Kalianget, tepatnya di depan Kantor PT Garam karena bupati ingin mengenalkan sejarah keagungan Sumenep. Menurut bupati, Kalianget sebagai Kota Tua memiliki sejarah sebagai satu-satunya kota berkonsep modern di Madura kala itu.

Dari sisi infrastruktur, Kota Tua Kalianget yang dibangun pada masa VOC sejak 1705 Masehi, sudah lebih modern dan maju dibandingkan kota lain di Madura waktu itu.

Di Kota Tua Kalianget, VOC membangun sejumlah sarana dan prasarana seperti pelabuhan, benteng ‘Loji Kantang’ dan benteng ‘Kalimo’ok.

Kota Tua Kalianget yang lebih modern dibandingkan kota lain di Madura dapat dilihat dari peninggalan sejarah berupa pos jaga kuno bergaya Eropa dan Belanda, gedung pembangkit listrik yang didirikan pada tahun 1914 dengan arsitektur cantik dan artistik, kemudian lokomotif dan lori yang dahulu seringkali dipakai untuk mengangkut garam dari ladang-ladang garam, pelabuhan tua, serta cerobong pabrik.

“Itu semua bagian dari sejarah yang tidak boleh dilupakan,” ujar Bupati Fauzi.

Politikus PDIP Perjuangan itu kemudian berujar, peninggalan-peninggalan VOC itu layak dijadikan destinasi wisata Kota Tua Kalianget.

Itulah alasan mengapa Drama kolosal dengan latar prosesi pelantikan Arya Wiraraja dalam rangka Hari Jadi ke- 754 Kabupaten Sumenep digelar di Kota Tua Kalianget. Bupati dalam momen ini ingin memperkenalkan sejarah Kota Tua Kalianget kepada generasi masyarakat Sumenep maupun luar daerah.

Untuk memeriahkan dan promosi kebudayaan, Prosesi Hari Jadi ke-754 Kabupaten Sumenep juga menampilkan kirab tujuh kereta kencana, kesenian tradisional topeng dalang, tari juwak, jaran serek, pawai budaya 7 desa di Kecamatan Kalianget, dan musik tong-tong.

Tidak hanya itu, panitia juga menggelar pasar rakyat yang diisi oleh pelaku UMKM. (rei)


Baca Lainnya